Kecantikan seorang wanita yang sesungguhya ada pada harga diri dan kehormatannya. Dan, kehormatan tersebut ada pada jilbab atau hijab. Bagaimana tidak, hijab adalah pembeda dan jaminan dari gangguan.
Allah berfirman:
“Hai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu:. (QS: Al Ahzab:59)
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa jilbab adalah karakter wanita muslimah. Sebab, kebersihan hati dan keinaman wanita muslimah tidak terletak dalam hati saja. Karena iman yang hakiki membutuhkan pembuktian riil. Salah satunya menjaga busananya sesuai tuntunan agama. Tidak benar jika dikatakannya
“cukuplah saya menjadi orang baik, tidak merugikan orang lain, meskipun saya tidak mengenakan jilbab”.
Ada juga yng dengan alas an demikian
”aku blm siap pke jilbab,,aku saja belum bisa menjilbabi hatiku,,masa aku jilbabi dulu kepalaku…”
Padahal untuk jadi lebih baik tidak ada kata ”belum siap” sebenarnya ketika aurat kita sudah lebih dulu kita tutup dengan benar, maka hati akan mengikuti…dengan sendirinya kita akan menata hati karena hati akan malu jika kita melakukan maksiat sementara kita sudah berjilbab dengan benar.. jadi, kalau nunggu menjilbabi hati dulu baru menjilbabi aurat yang sebenernya,,”kapan mau siap berjilbab?”
Karena, iman adalah kombinasi dari keyakinan hati, ucapan lisan dan pengamalan anggota badan.
Terus,,gimana ya hijab yang benar bagi seorang muslimah ???
Pakaian muslimah yang benar adalah
Menutup seluruh anggota badan kecuali telapak tangan dan wajah.
Jadi telapak kaki juga harus ditutup??… jelas dong….kalau ga percaya, ni bukti hadisnya:
Rosulullah bersabda: ” Wahai Asma’,jika seorang wanita telah menjalani haid, maka tidak diperbolehkan baginya diliha kecuali ini dan ini.’Beliau mengisyaratkan wajah dan kedua telapak tangannya”. (HR. Abu Dawud).
Tuh, Rosululloh hanya menunjuk tangan dan wajah, sedangkan kaki tidak di tunjuk jg? Berarti jelas wajib dong mata kaki sampi bawah ditutup jg…
Ni ane pernah nemukan kasus. Ketika kami sedang bepergian bersama ikhwan-akhwat, saat mau sholat di mesjid,,ada seorang akhwat yang ketika usai berwudhu, kaos kaiknya tidak di pake lagi sampai masuk masjid..padahal banyak bapak-bapak yng ada disitu… ketika ane tegur ”lho ukh,,kok g dipakai lg kaos kakinya?” eh dengan entengnya menjawab ”ga ada ikhwan ae…” gubrak…ane jd terheran-heran, memangnya bapak-bapak itu bukan ikhwan juga??? Hehehe… tuh klu gini bener ga? Pikir sndiri ya….
2. Tidak transparan dan tidak ketat atau terlihat lekukan tubuh
Banyak kan kita jumpai muslimah yang pke jilbab,,tp bajunya aduh,,,afwan,mungkin baju adeknya yg di pke.hehehe.. karena terlalu kecil sehingga ketika jongkok atau duduk,, pinggangnya yg belakang keliatan…kalau dosen ane bilang, SMS (Selet Metu Sethithik)… aneh kan, masa kepalanya di tutup tapi bokongnya dibuka…
Terus banyak lagi yang pke jilbab, tapi rambutnya masih keliatan…jadi ni sebenarnya menutup aurat atau menghindari panas mathari aja?
Ada juga yang pke jilbab, tapi pakaian dalamnya keliatan….duh duh duh…..
Tentunya masih bnyak lagi kasus yang kita jumpai…