Ketika kubaca artikel dari blog seorang ikhwan yang berjudul “Air Mata Rosulullah SAW” tak terasa air mataku mulai berjatuhan di tengah-tengah artikel yang kubaca. Betapa tidak, rosulullah begitu sangat mencintai ummatnya termasuk saya. Tapi apakah saya juga sudah mencintainya??? Pertanyaan itu yang terus membuat dadaku semakin sesak.
Ya Rosul? Betapa kau sangat mencintaiku, tapi berapa kali aku jalankan sunnahmu dalam sehari? Apakah aku sudah pernah kangen berat denganmu? Apakah aku bisa termasuk ummatmu yang akan dulu masuk syurga sebelum ummat yang lain? Ya Robb,,aku semakin tak sanggup memikirkan itu…
Manusia yang termulia saja merasakan sakitnya saat ajal menjemputnya. Bagaimana dengan kami? Ya Robb, mudahkanlah nanti saat ajal menjemput kami, saat terakhir hari perpisahan kami dengan suami tercinta, anak, orang tua, dan keluarga tercinta. Apakah mereka akan menangisi kepergian kami ya Allah? Atau bahkan mereka senang dengan kepergian kami?
Ya Robb, sebelum ajalkau tiba, ijinkanlah aku mencapai cita2 terbesarku, untuk bertemu Rosul-Mu tercinta dalam mimpi…!!! juga berikanlah Syafaatmu disaat aku membutuhkannya nanti ya Rosulallah…!!!!
Akan ku pelihara pesan-pesanmu, akan ku ajarkan dengan anak-anakku kelak, dan akan selalu ku kerjakan sunnah-sunnah mu bersama suami dan anakku tercinta nanti…agar kami dapat menjadi ummat yang kau sebut-sebut ”Ummati-Ummati..” dalam perpisahanmu dengan kami.